Aku mengakui bahwa menaruh kepercayaan terhadap teman memang tidak mudah, harus dilihat dari beberapa kriteria. Bahkan aku merasa aku belum mempunya teman sesungguhnya ( sahabat ), karena aku belum bisa menaruh kepercayaanku kepada seseorang. Aku bisa dibilang terlalu berhati-hati sehingga menyakiti diri sendiri.
Tetapi beberapa bulan kemarin aku ingin membuka hatiku untuk seseorang dan menaruh setengah kepercayaanku kepada seseorang yang ku pilih sendiri. Pada waktu itu sebahagian rahasiaku dipegang olehnya aku sangat mempercayainya karena aku lihat dia bisa diajak berbagi cerita dan selalu memberikanku banyak sekali solusi. Dan yang paling menguatkan hatiku untuk percaya dengannya adalah aku sudah mengetahui semua rahasianya.
Hari-hariku menjadi indah. Berbagi cerita dan berbagi masalah...........
Tapi tidak disangka-sangka dia berhianat, dia menghancurkan kepercayaanku, dia membuka rahasia yang ku berikan yang seharusnya dia jaga sampai mati. Hancur seketika hatiku saat aku tau dia seperti itu.
Dalam seminggu aku sedih dan kecewa terhadapnya ingin sekali ku menghajarnya dan ingin sekali ku mencaci makinya
Tapi aku berfikir......
Terus berfikir......
"Pikiranku Mengalahkan Perasaan Yang Aku Rasa"
Bila aku jahat kepadanya, Bisa saja aku membongkar rahasianya, tapi aku tidak mau menjadi orang seperti itu. Biarlah cukup aku yang tersakiti dan akan ku jadikan ini sebuah PELAJARAN BERHARGA
Dan akhirnya aku menarik kesimpulan
Bahwa yang salah adalah aku bukanlah dia. Aku salah menaruh kepercayaanku padanya. Aku yang salah membuka hati ku untuk dia dan Aku yang salah.
Hingga aku dan dia masih berteman tapi mungkin tidak seperti dulu pertemanan kita
Berteman yang tidak ada kepercayaan
Akan ku buka lagi kepada seseorang yang berbeda KEPERCAYAAN ini !!!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar